Kamis, 29 Mei 2014

Cipoa oleh STMANIS (Seni Teater Mahasiswa Bina Nusantara)

Resensi dari menonton teater cipoa
Pementasan cipoa diselenggarakan oleh STMANIS (Seni Teater Mahasiswa Bina Nusantara) yang menceritakan tentang kemunafikan, kebohongan, keserakahan dan pengkhianatan yang membuat seseorang bisa terjatuh dan gelap mata dan juga membuat segala usaha mereka sia – sia dalam bekerja, tetapi mau bagaimana lagi kebohongan sudah menjadi hal yang tidak tabu lagi hamper semua orang melakukannya dan ada juga yang malah membuat kebohongan itu untuk kepentingan pribadinya seperti yang sedang dilanda negeri ini, korupsi masih terjadi bahkan dari para kepala hingga ke akarnya lalu harus bagaimana kita menyikapi hal ini dari teater ini saya melihat bahwa apa yang dimulai dengan kebohongan dan hal yang bersifat negatif akan berakhir buruk juga dari emas yang seharga batu dan sebaliknya batu seharga emas kita membohongi orang lain tetapi pada akhirnya kita membohongi diri sendiri.

Teater adalah salah satu bagian dari dasar adanya teori Dramatugi yang dicetuskan oleh Erving Goffman (1955). Bagaimana manusia saling bersandiwara dan memainkan perannya masing-masing di atas panggung yang digunakan untuk menunjukkan citra yang baik. Seperti itulah kehidupan yang sesungguhnya sering kali dijalani oleh manusia.


Kamis, 22 Mei 2014

Deviance, Crime, Social control, dan Global inequality

Deviance 

Perilaku menyimpang (deviance)adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat.

Pengertian penyimpangan menurut para ahli :

Bruce J. Cohen
Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.
Gillin
Perilaku menyimpang adalah perilaku yang menyimpang dari norma dan nilai sosial keluarga dan masyarakat yang menjadi penyebab memudarnya ikatan atau solidaritas kelompok.
Lewis Coser
Mengemukakan bahwa perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial.James Vander Zenden Penyimpangan sosial adalah perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi.
Paul B. Horton
Mengutarakan bahwa penyimpangan adalah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat
Robert M.Z. Lawang
Penyimpangan sosial adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang itu.



Social control 

Kontrol sosial adalah merupakan suatu mekanisme untuk mencegah penyimpangan sosial serta mengajak dan mengarahkan masyarakat untuk berperilaku dan bersikap sesuai norma dan nilai yang berlaku.


Macam-Macam / Jenis-Jenis Cara Pengendalian Sosial

Berikut ini adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan sosial masyarakat :

1. Pengendalian Lisan (Pengendalian Sosial Persuasif)
Pengendalian lisan diberikan dengan menggunakan bahasa lisan guna mengajak anggota kelompok sosial untuk mengikuti peraturan yang berlaku.

2. Pengendalian Simbolik (Pengendalian Sosial Persuasif)
Pengendalian simbolik merupakan pengendalian yang dilakukan dengan melalui gambar, tulisan, iklan, dan lain-lain. Contoh : Spanduk, poster, Rambu Lalu Lintas, dll.

3. Pengendalian Kekerasan (Pengendalian Koersif)
Pengendalian melalui cara-cara kekerasan adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk membuat si pelanggar jera dan membuatnya tidak berani melakukan kesalahan yang sama. Contoh seperti main hakim sendiri.



Crime

Pidana atau tindak kriminal segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan. Pelaku kriminalitas disebut seorang kriminal.


Penyebab terjadinya tindak kriminal :


-Pertentangan dan persaingan kebudayaan
-Perbedaan ideologi politik
-Kepadatan dan komposisi penduduk
-Perbedaan distribusi kebudayaan
-Perbedaan kekayaan dan pendapatan
-Mentalitas yang labil
-faktor dasar seperti faktor biologi, psikologi, dan sosioemosional


Global inequality

Ketidaksetaraan global mengacu pada ketidakadilan atau distribusi yang tidak merata dari aspek-aspek tertentu. Misalnya, ketimpangan global dapat merujuk pada kurangnya barang-barang penting seperti makanan di beberapa tempat.


Disarikan dari :
Pada 22 mei 2014, disarikan dari pidana, id.wikipedia.org

Pada 22 mei 2014, disarikan dari perilaku menyimpang, id.wikipedia.org
Pada 22 mei 2014, disarikan dari Agoes, 29 juli 2012,
KONTROL SOSIAL atau PENGENDALIAN SOSIAL, agoes.blog.fisip.uns.ac.id

Rabu, 21 Mei 2014

What is Culture ?

Pengertian
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata LatinColere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.


 Unsur – unsur
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
-          - alat-alat teknologi
-          - sistem ekonomi
-          - keluarga
-          - kekuasaan politik
Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
-          - sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
-          - organisasi ekonomi
-          - alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)

-          - organisasi kekuatan (politik)

Komponen 
- Kebudayaan material
- Kebudayaan nonmaterial
- Lembaga social
- Sistem kepercayaan
- Estetika
- Bahasa


Disarikan dari :
Pada tanggal 21 mei 2014, disarikan dari Budaya, id.wikipedia.org

Rabu, 07 Mei 2014

Kapitalisme, Sosialisme, Sistem Ekonomi, Marxisme, Politik dan Demokrasi

Kapitalisme adalah sistem ekonomi di perdagangan, industri, dan alat - alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan membuat keuntungan dalam ekonomi pasar.
Adam Smith adalah seorang tokoh ekonomi kapitalis klasik yang menyerang merkantilisme yang dianggapnya kurang mendukung ekonomi masyarakat.

Sosialisme adalah paham yang bertujuan membentuk negara kemakmuran dengan usaha kolektif yang produktif dan membatasi milik perseorangan.
Tokoh sosialisme yang paling terkenal adalah Karl Heindrich Marx (1818-1883). Diantara sekian banyak pakar sosialis, pandangan Karl Marx dianggap paling berpengaruh. Oleh karena itu, sosialisme yang dikembangkan oleh Marx memiliki predikat tersendiri, yaitu Marxisme. Tokoh-tokoh sosialisme sebelumnya disebut dengan sosialis utopis.
Dalam perkembangan sosialisme terdiri dari pelbagai macam bentuk seperti sosialisme utopia , sosialisme ilmiah yang kemudian akan melahirkan pelbagai aliran sesuai dengan nama pendirinya atau kelompok masyarakat pengikutnya seperti Marxisme-Leninisme ,Febianisme , dan Sosial Demokratis.

Sistem Ekonomi merupakan suatu proses penerapan yang berhubungan serta memiliki interaksi yang dapat dikembangkan oleh masyarakat dengan memiliki ciri dan identitas tersendiri.

Berikut ini macam-macam sistem ekonomi yang berlaku di dunia :

1. SISTEM EKONOMI TRADISIONAL
2. SISTEM EKONOMI KERAKYATAN
3. SISTEM EKONOMI LIBERAL
4. SISTEM EKONOMI TERPUSAT/SOSIALIS
5. SISTEM EKONOMI CAMPURAN (SOSIALIS DAN LIBERALIS)


Marxisme adalah sebuah paham yang mengikuti pandangan - pandangan dari karl marx. Marx menyusun sebuah teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sistem sosial, dan sistem politik.
Marxisme adalah kata lain untuk sebuah filsafat yang bernama dialektika materialisme. Dialektika dan materialisme adalah dua filsafat yang dikembangkan oleh filsuf-filsuf Barat -- dan juga Timur, yang kemudian disatukan, disintesakan, oleh Marx menjadi dialektika materialisme.

Untuk memahami pokok-pokok Marxisme, kita bisa memecahkannya menjadi tiga bagian, seperti yang dipaparkan oleh Lenin, yakni:
-Materialisme Dialektis
-Materialisme Historis
-Ekonomi Marxis

Politik adalah teori, metode atau cara untuk bisa meraih apa yang dituju. Tapi juga proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.

Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:

-politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
-politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
-politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
-politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

Demokrasi  adalah bentuk pemerintahan yang semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka.

Bentuk-bentuk demokrasi

Demokrasi langsung

Demokrasi langsung merupakan suatu bentuk demokrasi dimana setiap rakyat memberikan suara atau pendapat dalam menentukan suatu keputusan. Dalam sistem ini, setiap rakyat mewakili dirinya sendiri dalam memilih suatu kebijakan sehingga mereka memiliki pengaruh langsung terhadap keadaan politik yang terjadi.

Demokrasi perwakilan

Dalam demokrasi perwakilan, seluruh rakyat memilih perwakilan melalui pemilihan umum untuk menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan bagi mereka.

Disarikan dari

Pada tanggal 7 Mei 2014, disarikan dari 
Kapitalismeid.wikipedia.org
Pada tanggal 7 Mei 2014, disarikan dari Drs. Sri Agus, M.Pd. 18 April 2009, SOSIALISME SEBAGAI IDEOLOGI POLITIK serbasejarah.wordpress.com
Pada tanggal 7 Mei 2014, disarikan dari Pengertian sosialisme, matakristal.com
Pada tanggal 7 Mei 2014, disarikan dari Ivan purnawan, Macam - macam sistem ekonomi di Indonesiaberistatus.blogspot.com
Pada tanggal 7 Mei 2014, disarikan dari Politik, id.wikipedia.org
Pada tanggal 7 Mei 2014, disarikan dari Ted Sprague, 25 Juni 2011, 
Mengenal Dasar-dasar Filsafat Marxisme: Bagian I. Materialisme Dialektis, www.militanindonesia.org
Pada tanggal 7 Mei 2014, disarikan dari Demokrasi, id.wikipedia.org 

Selasa, 29 April 2014

Socialization

Secara umum, pengertian sosialisasi adalah proses yang berlangsung sepanjang hidup manusia. Dalam sosialisasi terjadi saling pengaruh antara individu beserta segala potensi kemanusiaannya, dengan masyarakat beserta kebudayaannya. Melalui proses sosialisasi, individu menyerap pengetahuan, kepercayaan, nilai-nilai, norma, sikap, dan keterampilan-keterampilan dari kebudayaan masyarakatnya. Hasil sosialisasi adalah berkembangnya kepribadian seseorang menjadi satu pribadi yang unik, sedangkan kebudayaan masyarakat juga terpelihara dan berkembang melalui proses sosialisasi.


Berikut ini beberapa Pengertian Sosialisasi yang dikemukakan oleh para ahli:

Macionis (1997): Sosialisasi adalah pengalaman sosial sepanjang hidup yang memungkinkan seseorang mengembangkan potensi kemanusiannya dan mempelajari pola-pola kebudayaan.
Horton dan Hunt (1987): Sosialisasi adalah proses di mana seseorang menginternalisasikan norma-norma kelompok tempat ia hidup, sehingga berkembang menjadi satu pribadi yang unik.
Giddens (1994): Sosialisasi adalah proses yang terjadi ketika seorang bayi yang lemah berkembang secara aktif melalui tahap demi tahap sampai akhirnya menjadi pribadi yang sadar akan dirinya sendiri, pribadi yang berpengetahuan, dan terampil akan cara hidup dalam kebudayaan tempat ia tinggal.
Ritcher Jr (1987): Sosialisasi adalah proses seseorang memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukannya agar dapat berfungsi sebagai orang dewasa dan sekaligus sebagai pemeran aktif dalam satu kedudukan atau peranan tertentu di masyarakatnya.
Stewart (1985): Sosialisasi adalah proses orang memperoleh kepercayaan, sikap, nilai, dan kebiasaan dalam kebudayaannya. Melalui proses sosialisasi akan tumbuh satu pribadi yang khas, karena sifat-sifat kelompok tidak pernah diserap secara sama oleh masing-masing anggota kelompok.
Broom dan Selznic (1961): Sosialisasi adalah proses membangun atau menanamkan nilai-nilai kelompok pada diri seseorang.

Tujuan Sosialisasi
Setiap proses sosial pasti memiliki tujuan. Demikian juga sosialisasi. Berikut ini akan diuraikan beberapa tujuan sosialisasi.

a. Memberi keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan seseorang untuk melangsungkan kehidupannya kelak di tengah-tengah masyarakat di mana dia akan menjadi salah satu anggotanya.

b. Mengembangkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif dan efisien, serta mengembangkan kemampuannya untuk membaca, menulis, dan bercerita. Dengan melakukan komunikasi, berbagai informasi mengenai masyarakat akan diperoleh untuk kelangsungan hidup seseorang sebagai anggota masyarakat.

c. Mengembangkan kemampuan seseorang mengendalikan fungsi-fungsi organik melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat. Artinya, dengan sosialisasi seseorang akan dapat memahami hal-hal yang baik dan dianjurkan dalam masyarakat untuk dilakukan. Selain itu juga dapat mengetahui dan memahami hal-hal buruk yang sebaiknya dihindari dan tidak dilakukan.

d. Menanamkan kepada seseorang nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada masyarakat.

Beberapa media sosial :
-keluarga
-teman sepermainan
-sekolah
-lingkungan kerja
-media massa
Tahap-Tahap Sosialisasi : Menurut George Herbert Mead, bahwa sosialisasi yang dilakukan seseorang melalui tahapan yang tidak sempurna. Dan berikut tahapannya :

a. Persiapan (prepatory stage)
Tahap persiapan merupakan tahap awal yang dilakukan sejak manusia lahir
b. Tahap meniru (play stage)
Pada tahap ini anak mengenal “significant other” yaitu orang-orang di sekitarnya yang dianggap penting bagi pertumbuhan dan pembentukan diri, misal: ayah, ibu, kakak, pengasuh, kakek, nenek, yang sering berinteraksi dengannya.
c. Tahap siap bertindak (game stage)
Pada tahap ini kemampuan menempatkan dirinya pada posisi orang lain mulai meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara beregu.
d. Tahap penerimaan norma kolektif (generalized other)
Manusia tersebut tidak lagi hanya dapat menempatkan dirinya pada posisi orang lain, tetapi juga dapat bertenggang rasa dengan masyarakat secara luas.

Disarikan dari :
Pada tanggal 29 April 2014, disarikan dari achmad alfin, 26 September 2010, sosialisasi, alfinnitihardjo.ohlog.com
Pada tanggal 29 April 2014, disarikan dari De profesor Gemal Pramana, 21 April 2011, pengertian-proses-sosialisasi-fungsi-tujuan, gemalpramana.blogspot.com
Pada tanggal 29 April 2014, disarikan dari Pengertian Sosialisasi Menurut para Ahli, 11 Desember 2013, www.pengertianahli.com

Senin, 21 April 2014

Interview with responden

Wawancara

Pada hari ini kelompok kami bertugas untuk mewawancarai mahasiswa dan pedagang yang berada di lingkungan kampus Binus. Kami berhasil mewawancarai 3 orang (2 mahasiswa dan 1 orang mahasiswa)

Berikut pertanyaan dan jawaban yang sudah berhasil kami dapatkan.

Pertanyaan yang kami angkat:

Permasalahan di Desa:
-Menurut Anda apakah sarana umum di desa sudah baik?

Lapangan pekerjaan
-Menurut Anda mengapa banyak sekali penduduk Desa yang mencari kerja di Kota?

Ekonomi dan Pendidikan
-Makin banyaknya pengangguran menyebabkan angka kemiskinan semakin tinggi, walaupun banyaknya lapangan pekerjaan tidak sesuai dengan latar pendidikan, menurut Anda bagaimana cara penyelesaiannya? Apakah rata - rata ekonomi di Indonesia sudah bisa dibilang baik?

Politik
-Apa yang diharapkan masyarakat untuk pemimpin Indonesia kedepannya? Siapa dari sekian banyak sosok capres yang termasuk dalam kriteria tersebut?


Jawaban




Nama: Adika
Umur: 22 tahun
Pekerjaan: mahasiswa


1. Desa: Sarananya belum cukup baik, masih banyak jalanan di Desa yang rusak, transportasi juga masih banyak yang belum memadai, tempat - tempatnya juga masih kurang bersih.
2. Lapangan pekerjaan: Karena lapangan kerja di Kota lebih banyak dan juga gajinya lebih besar daripada di Desa.

3. Ekonomi: Ekonominya belum baik, karena masih banyak kesenjangan sosial. kalau masalah penyelesaiannya mungkin dengan cara lebih memperbanyak lapangan pekerjaan dan juga kemiskinan lebih banyak diberantas lagi.

4. Politik: Pemimpin yang lebih jujur dan tegas. Sosok yang ada dalam kriteria tersebut menurut saya Prabowo.





Nama: Rian
Umur: 22 tahun
Pekerjaan: Mahasiswa

Menurut Rian,
1. Desa: Tergantung wilayahnya ya, tetapi rata - rata di Indonesia semua sarananya belum memadai.

2. Lapangan pekerjaan: Biaya dan gaji yang tinggi, serta lapangan pekerjaan di Desa masih kurang.

3. Ekonomi: mutu pendidikannya harus lebih ditingkatkan karena masih kurang, dan juga pengelolaan sumber daya alam dan manusia.

4. Politik: Pemimpn yang jujur, bertanggung jawab atas tugasnya, berwibawa dan konsisten, seperti Jokowi.







Nama: Amar
Umur: 31 tahun
Pekerjaan: pedagang


Menurut Amar,
1. Desa: sarana umum pada desa belum memadai, masih banyak tempat - tempat yang rusak seperti tembok - tembok yang kotor, transportasinya juga kurang memadai.


2. Lapangan pekerjaan: kurangnya lapangan pekerjaan dan karena gajinya di Kota lebih besar.

3. Ekonomi: membuka lapangan pekerjaan dan ekonomi di Indonesia ini masih sangat rendah.


4. Politik: pemimpin yang tegas dan berani, yaitu Prabowo. karena prabowo latar belakangnya adalah militer.

Disarikan dari wawancara dengan beberapa narasumber, pada tanggal 21 april 2014, berlokasi di universitas bina nusantara 

Kamis, 03 April 2014

Family and City

Rangkuman seminar Tips Pola Pengasuhan Era Globalisasi

Di era globalisasi ini membuat kita sebagai keluarga harus bisa mengimbangi kemajuannya dan karena persaingan makin ketat kita setiap individu harus memperkuat diri dan fenomena itu adalah MDG (Millenium Development Growth). Fenomena ini mengacu pada pandangan Burns dalam ilmu psikologi, konsep diri merupakan pandangan dan sikap seseorang terhadap dirinya sendiri, baik buruk, karakteristik maupun motivasi. Konsep diri adalah bentuk keselarasan batiniah, bila batiniah individu kurang nyaman akan nampak pula pada perilaku dirinya. 

            Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan anak menjadi sulit berkonsentrasi, egois, ingin menang sendiri, hingga menyebabkan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Tapi disisi lain ada beberapa hal yang harus dicermati :

1. Belajar dan Mengenal TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)
            Ada dua hal dari sini ada sisi negatif dan sisi positif, secara positifnya ada banyak hal yang bisa dilakukan denga mencari konten – konten seperti pengetahuan agama, perkembangan anak, keluarga, atau informasi – informasi yang menunjang pengembangan profesi. Tapi disisi lain ada negatifnya seperti konten porno, cyber bullying, dsb. So gunakanlah sarana in untuk hal yang positif.

2. Menyaring dan Menyeleksi Kontennya dan Melakukan Pendampingan
            Sebagai langkah pencegahan kita sebagai orang tua harus memperhatikan perkembangan si anak tentang teknologi dengan cara menyaring konten – konten yang membahayakan untuk anak. Lalu kita juga harus mendampinginya saat mereka sedang mengakses internet.

3. Kendalikan Waktu Akses, Ajak Anak Bermain dan Berinteraksi Tanpa Mesin 
             Membangun kedisiplinan dari pengaturan waktu akses dengan membuat kesepakatan dengan anak. Jangan lupa menyingkirkan gadget ketika berkumpul bersama keluarga agar interaksi secara optimal dapat terjadi. Upayakan untuk mengoptimalkan komunikasi manual dengan mereka, ajak mereka berdiskusi, berdialog, tanya jawab untuk membangun kultur komunikasi yang baik di keluarga.

4. Pelajari Apa yang Bermanfaat Dari Teknologi, Mulai dari Kita Sebagai Orang Tua   
              Disaat anak bertanya sesuatu jawablah dengan mengajak anak kita untuk belajar bersama, seperti disaat dia bertanya kita sebagi orang tua yang mengarahkan dia yang mencari dengan gadgetnya.


Kontrol Terhadap Beberapa Media
a. Internet
b. Games
c. Film/ Sinetron/ DVD   
d. Komik
e. Iklan

Perlunya Menumbuhkembangkan kemampuan anak seoptimal mungkin :
a. Learning to know
b. Learning to do
c. Learning to be
d. Learning to live together


Disarikan dari :
Buku "Tantangan Pendidikan Anak di Era Globalisasi" Pada tanggal 3 April 2014