Rabu, 04 Juni 2014

Collonialism, Development, Cultural Exchange and Survival

Kolonialisme 

Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. Istilah ini juga menunjuk kepada suatu himpunan keyakinan yang digunakan untuk melegitimasikan atau mempromosikan sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang dikolonikan.

Pendukung dari kolonialisme berpendapat bahwa hukum kolonial menguntungkan negara yang dikolonikan dengan mengembangkan infrastruktur ekonomi dan politik yang dibutuhkan untuk pemodernisasian dan demokrasi. 

Development 

Pengembangan: Filsafat


Sebuah filosofi intervensi adalah pembenaran ideologis untuk campur tangan dalam kehidupan penduduk asli, didasarkan pada asumsi bahwa seseorang memiliki cara yang unggul hidup atau berpiki


Masalah Terkait dengan Intervensi dan Pengembangan Sempit Fokus :

1.Situasi dianggap sebagai masalah yang dihasilkan dari gaya hidup pribumi mungkin sebenarnya akibat dari dampak sistem dunia pada gaya hidup itu.
2.Efek sistemik proyek pembangunan sebenarnya bisa berbahaya (misalnya, pajak, dan kenaikan sewa dalam menanggapi mengangkat pendapatan).
3.Ahli difokuskan secara sempit tidak mungkin untuk menyadari implikasi spektrum yang luas dari skema pembangunan.

Cultural Exchange and Survival

Kontak dan Dominasi

Peningkatan kontak antara budaya telah menciptakan kemungkinan meningkat untuk dominasi satu kelompok dengan yang lain , melalui berbagai cara .

Pengembangan dan Environmentalisme

Saat ini , dominasi paling sering datang dalam bentuk perusahaan multinasional berbasis -core menyebabkan perubahan ekonomi dalam budaya Dunia Ketiga .

Perlu dicatat bahwa gangguan bahkan bermaksud baik ( seperti gerakan lingkungan ) dapat diperlakukan sebagai bentuk dominasi budaya dengan populasi subjek .

Dua sumber budaya bentrokan :
- Ketika pembangunan mengancam masyarakat adat dan lingkungan (misalnya , Brazil dan New Guinea ) .
- Ketika hubungan eksternal mengancam masyarakat adat ( misalnya , Madagaskar , di mana peraturan lingkungan internasional menyapu mempengaruhi lifeways subsisten tradisional ) .

Perubahan Agama

Indiana Jones adalah simbol dari dominasi barat semua aspek budaya berdasarkan efisiensi teknologi khusus .

Homogenisasi agama adalah teknik yang sering digunakan oleh negara-negara berusaha untuk menundukkan kelompok dicakup oleh perbatasan mereka .

Variasi dalam Sistem Dominasi

Scott ( 1990) membedakan antara transkrip publik dan tersembunyi dari masyarakat budaya dan politik tertindas .

Transkrip publik mengacu pada terbuka , interaksi antara masyarakat yang dominan dan yang tertindas .

Tersembunyi transkrip mengacu pada kritik terhadap kekuasaan yang terjadi di luar panggung , di mana dominators tidak bisa melihatnya .

Gramsci ( 1971) gagasan hegemoni berlaku untuk sistem politik hirarkis dimana dalam ideologi dominan dari elite telah diinternalisasi oleh anggota kelas bawah .

Bourdieu ( 1977) dan Foucault ( 1979) berpendapat bahwa itu jauh lebih mudah untuk mengontrol pikiran orang daripada mencoba untuk mengendalikan tubuh mereka.

Disarikan dari :
Pada tanggal 4 Juni 2014, disarikan dari binusmaya tentang Colonialism and Development, Cultural Exchange and Survival. 
Pada tanggal 4 juni 2014, disarikan dari kolonialisme, id.wikipedia.org

Globalisasi, Teknologi, Media Massa, dan Perubahan Sosial

Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan telegrafdan Internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorongsaling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya.


Teori globalisasi

Cochrane dan Pain menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat tiga posisi teoritis yang dapat dilihat, yaitu:


- Para globalis percaya bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki konsekuensi nyata terhadap bagaimana orang dan lembaga di seluruh dunia berjalan. Mereka percaya bahwa negara-negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa kebudayaan dan ekonomi global yang homogen.
- Para tradisionalis tidak percaya bahwa globalisasi tengah terjadi. Mereka berpendapat bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos semata atau, jika memang ada, terlalu dibesar-besarkan.
- Para transformasionalis berada di antara para globalis dan tradisionalis. Mereka setuju bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebih-lebihkan oleh para globalis. Namun, mereka juga berpendapat bahwa sangat bodoh jika kita menyangkal keberadaan konsep ini. Posisi teoritis ini berpendapat bahwa globalisasi seharusnya dipahami sebagai "seperangkat hubungan yang saling berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan, yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung".


Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Ada tiga klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi yaitu :


- Kemajuan teknologi yang bersifat netral (bahasa Inggris: neutral technological progress)
Terjadi bila tingkat pengeluaran (output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan kombinasi faktor-faktor pemasukan(input) yang sama.
- Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (bahasa Inggris: labor-saving technological progress)
Kemajuan teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan.
- Kemajuan teknologi yang hemat modal (bahasa Inggris: capital-saving technological progress)
Fenomena yang relatif langka. Hal ini terutama disebabkan karena hampir semua riset teknologi dan ilmu pengetahuan di dunia dilakukan di negara-negara maju, yang lebih ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modalnya.


Media massa 

Pengertian Pers menurut para ahli :


UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers Pers 
adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.

R Eep Saefulloh Fatah 
Pers merupakan pilar keempat bagi demokrasi (the fourth estate of democracy) dan mempunyai peranan yang penting dalam membangun kepercayaan, kredibilitas, bahkan legitimasi pemerintah

Oemar Seno Adji
Pers dalam arti sempit, yaitu penyiaran-penyiaran pikiran, gagasan, atau berita-berita dengan kata tertulis
Pers dalam arti luas, yaitu memasukkan di dalamnya semua media mass communications yang memancarkan pikiran dan perasaan seseorang baik dengan kata-kata tertulis maupun dengan lisan.

Kamus Umum Bahasa Indonesia Pers berarti:
alat cetak untuk mencetak buku atau surat kabar
alat untuk menjepit atau memadatkan
surat kabar dan majalah yang berisi berita
orang yang bekerja di bidang persurat kabaran.

Kustadi Suhandang 
Pers adalah seni atau ketrampilan mencari, mengumpulkan, mengolah, menyusun, dan menyajikan berita tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari secara indah, dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hati nurani khalayaknya

Wilbur Schramm 
Dalam bukunya Four Theories of the Press yang ditulis oleh Wilbur Schramm dkk mengemukakan 4 teori terbesar pers, yaitu the authotarian, the libertarian, the social responsibility dan the soviet communist theory. Keempat teori tersebut mengacu pada satu pengertian pers sebagai pengamat, guru, dan forum yang menyampaikan pandangannya tentang banyak hal yang mengemuka ditengah tengah mesyarakat

McLuhan 
Pers sebagai the extended man, yaitu yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lain dan peristiwa satu dengan peristiwa lain pada moment yang bersamaan

Raden Mas Djokomono 
Pers adalah yang membentuk pendapat umum melalui tulisan dalam surat kabar. Pendapatnya ini yang mampu membakar semangat para pejuang dalam memperjuangkan hak hak Bangsa Indonesia masa penjajahan Belanda


Jenis-jenis media massa


Media massa tradisional

Media massa tradisional adalah media massa dengan otoritas dan memiliki organisasi yang jelas sebagai media massa. Secara tradisional media massa digolongkan sebagai berikut: surat kabar, majalah, radio, televisi, film (layar lebar). Dalam jenis media ini terdapat ciri-ciri seperti:

1.Informasi dari lingkungan diseleksi, diterjemahkan dan didistribusikan
2.Media massa menjadi perantara dan mengirim informasinya melalui saluran tertentu.
3.Penerima pesan tidak pasif dan merupakan bagian dari masyarakat dan menyeleksi informasi yang mereka terima.
4.Interaksi antara sumber berita dan penerima sedikit.
Media massa modern

Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan teknologi dan sosial budaya, telah berkembang media-media lain yang kemudian dikelompokkan ke dalam media massa seperti internet dan telepon selular. Dalam jenis media ini terdapat ciri-ciri seperti:

1.Sumber dapat mentransmisikan pesannya kepada banyak penerima (melalui SMS atau internet misalnya)
2.Isi pesan tidak hanya disediakan oleh lembaga atau organisasi namun juga oleh individual
3.Tidak ada perantara, interaksi terjadi pada individu
4.Komunikasi mengalir (berlangsung) ke dalam
5.Penerima yang menentukan waktu interaksi

Perubahan sosial 

Definisi dan pengertian tentang perubahan sosial menurut para ahli diantaranya adalah sebagai berikut :

Gillin
Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.

Emile Durkheim 
Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik.

Kingsley Davis 
Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat 

Mac Iver 
Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (ekuilibrium) hubungan sosial

William F. Ogburn 
Perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial


Bentuk-bentuk :


- Perubahan Evolusi dan Perubahan Revolusi

- Perubahan direncanakan dan tidak direncanakan

- Perubahan berpengaruh besar dan berpengaruh kecil

Disarikan dari :
Pada tanggal 4 juni 2014, disarikan dari Globalisasiid.wikipedia.org 
Pada tanggal 4 juni 2014, disarikan dari Teknologi, id.wikipedia.org
Pada tanggal 4 juni 2014, disarikan dari Media massa, id.wikipedia.org
Pada tanggal 4 juni 2014, disarikan dari Perubahan Sosial, id.wikipedia.org

Kamis, 29 Mei 2014

Cipoa oleh STMANIS (Seni Teater Mahasiswa Bina Nusantara)

Resensi dari menonton teater cipoa
Pementasan cipoa diselenggarakan oleh STMANIS (Seni Teater Mahasiswa Bina Nusantara) yang menceritakan tentang kemunafikan, kebohongan, keserakahan dan pengkhianatan yang membuat seseorang bisa terjatuh dan gelap mata dan juga membuat segala usaha mereka sia – sia dalam bekerja, tetapi mau bagaimana lagi kebohongan sudah menjadi hal yang tidak tabu lagi hamper semua orang melakukannya dan ada juga yang malah membuat kebohongan itu untuk kepentingan pribadinya seperti yang sedang dilanda negeri ini, korupsi masih terjadi bahkan dari para kepala hingga ke akarnya lalu harus bagaimana kita menyikapi hal ini dari teater ini saya melihat bahwa apa yang dimulai dengan kebohongan dan hal yang bersifat negatif akan berakhir buruk juga dari emas yang seharga batu dan sebaliknya batu seharga emas kita membohongi orang lain tetapi pada akhirnya kita membohongi diri sendiri.

Teater adalah salah satu bagian dari dasar adanya teori Dramatugi yang dicetuskan oleh Erving Goffman (1955). Bagaimana manusia saling bersandiwara dan memainkan perannya masing-masing di atas panggung yang digunakan untuk menunjukkan citra yang baik. Seperti itulah kehidupan yang sesungguhnya sering kali dijalani oleh manusia.


Kamis, 22 Mei 2014

Deviance, Crime, Social control, dan Global inequality

Deviance 

Perilaku menyimpang (deviance)adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat.

Pengertian penyimpangan menurut para ahli :

Bruce J. Cohen
Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.
Gillin
Perilaku menyimpang adalah perilaku yang menyimpang dari norma dan nilai sosial keluarga dan masyarakat yang menjadi penyebab memudarnya ikatan atau solidaritas kelompok.
Lewis Coser
Mengemukakan bahwa perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial.James Vander Zenden Penyimpangan sosial adalah perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi.
Paul B. Horton
Mengutarakan bahwa penyimpangan adalah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat
Robert M.Z. Lawang
Penyimpangan sosial adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang itu.



Social control 

Kontrol sosial adalah merupakan suatu mekanisme untuk mencegah penyimpangan sosial serta mengajak dan mengarahkan masyarakat untuk berperilaku dan bersikap sesuai norma dan nilai yang berlaku.


Macam-Macam / Jenis-Jenis Cara Pengendalian Sosial

Berikut ini adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan sosial masyarakat :

1. Pengendalian Lisan (Pengendalian Sosial Persuasif)
Pengendalian lisan diberikan dengan menggunakan bahasa lisan guna mengajak anggota kelompok sosial untuk mengikuti peraturan yang berlaku.

2. Pengendalian Simbolik (Pengendalian Sosial Persuasif)
Pengendalian simbolik merupakan pengendalian yang dilakukan dengan melalui gambar, tulisan, iklan, dan lain-lain. Contoh : Spanduk, poster, Rambu Lalu Lintas, dll.

3. Pengendalian Kekerasan (Pengendalian Koersif)
Pengendalian melalui cara-cara kekerasan adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk membuat si pelanggar jera dan membuatnya tidak berani melakukan kesalahan yang sama. Contoh seperti main hakim sendiri.



Crime

Pidana atau tindak kriminal segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan. Pelaku kriminalitas disebut seorang kriminal.


Penyebab terjadinya tindak kriminal :


-Pertentangan dan persaingan kebudayaan
-Perbedaan ideologi politik
-Kepadatan dan komposisi penduduk
-Perbedaan distribusi kebudayaan
-Perbedaan kekayaan dan pendapatan
-Mentalitas yang labil
-faktor dasar seperti faktor biologi, psikologi, dan sosioemosional


Global inequality

Ketidaksetaraan global mengacu pada ketidakadilan atau distribusi yang tidak merata dari aspek-aspek tertentu. Misalnya, ketimpangan global dapat merujuk pada kurangnya barang-barang penting seperti makanan di beberapa tempat.


Disarikan dari :
Pada 22 mei 2014, disarikan dari pidana, id.wikipedia.org

Pada 22 mei 2014, disarikan dari perilaku menyimpang, id.wikipedia.org
Pada 22 mei 2014, disarikan dari Agoes, 29 juli 2012,
KONTROL SOSIAL atau PENGENDALIAN SOSIAL, agoes.blog.fisip.uns.ac.id

Rabu, 21 Mei 2014

What is Culture ?

Pengertian
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata LatinColere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.


 Unsur – unsur
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
-          - alat-alat teknologi
-          - sistem ekonomi
-          - keluarga
-          - kekuasaan politik
Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
-          - sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
-          - organisasi ekonomi
-          - alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)

-          - organisasi kekuatan (politik)

Komponen 
- Kebudayaan material
- Kebudayaan nonmaterial
- Lembaga social
- Sistem kepercayaan
- Estetika
- Bahasa


Disarikan dari :
Pada tanggal 21 mei 2014, disarikan dari Budaya, id.wikipedia.org

Rabu, 07 Mei 2014

Kapitalisme, Sosialisme, Sistem Ekonomi, Marxisme, Politik dan Demokrasi

Kapitalisme adalah sistem ekonomi di perdagangan, industri, dan alat - alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan membuat keuntungan dalam ekonomi pasar.
Adam Smith adalah seorang tokoh ekonomi kapitalis klasik yang menyerang merkantilisme yang dianggapnya kurang mendukung ekonomi masyarakat.

Sosialisme adalah paham yang bertujuan membentuk negara kemakmuran dengan usaha kolektif yang produktif dan membatasi milik perseorangan.
Tokoh sosialisme yang paling terkenal adalah Karl Heindrich Marx (1818-1883). Diantara sekian banyak pakar sosialis, pandangan Karl Marx dianggap paling berpengaruh. Oleh karena itu, sosialisme yang dikembangkan oleh Marx memiliki predikat tersendiri, yaitu Marxisme. Tokoh-tokoh sosialisme sebelumnya disebut dengan sosialis utopis.
Dalam perkembangan sosialisme terdiri dari pelbagai macam bentuk seperti sosialisme utopia , sosialisme ilmiah yang kemudian akan melahirkan pelbagai aliran sesuai dengan nama pendirinya atau kelompok masyarakat pengikutnya seperti Marxisme-Leninisme ,Febianisme , dan Sosial Demokratis.

Sistem Ekonomi merupakan suatu proses penerapan yang berhubungan serta memiliki interaksi yang dapat dikembangkan oleh masyarakat dengan memiliki ciri dan identitas tersendiri.

Berikut ini macam-macam sistem ekonomi yang berlaku di dunia :

1. SISTEM EKONOMI TRADISIONAL
2. SISTEM EKONOMI KERAKYATAN
3. SISTEM EKONOMI LIBERAL
4. SISTEM EKONOMI TERPUSAT/SOSIALIS
5. SISTEM EKONOMI CAMPURAN (SOSIALIS DAN LIBERALIS)


Marxisme adalah sebuah paham yang mengikuti pandangan - pandangan dari karl marx. Marx menyusun sebuah teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sistem sosial, dan sistem politik.
Marxisme adalah kata lain untuk sebuah filsafat yang bernama dialektika materialisme. Dialektika dan materialisme adalah dua filsafat yang dikembangkan oleh filsuf-filsuf Barat -- dan juga Timur, yang kemudian disatukan, disintesakan, oleh Marx menjadi dialektika materialisme.

Untuk memahami pokok-pokok Marxisme, kita bisa memecahkannya menjadi tiga bagian, seperti yang dipaparkan oleh Lenin, yakni:
-Materialisme Dialektis
-Materialisme Historis
-Ekonomi Marxis

Politik adalah teori, metode atau cara untuk bisa meraih apa yang dituju. Tapi juga proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.

Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:

-politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
-politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
-politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
-politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

Demokrasi  adalah bentuk pemerintahan yang semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka.

Bentuk-bentuk demokrasi

Demokrasi langsung

Demokrasi langsung merupakan suatu bentuk demokrasi dimana setiap rakyat memberikan suara atau pendapat dalam menentukan suatu keputusan. Dalam sistem ini, setiap rakyat mewakili dirinya sendiri dalam memilih suatu kebijakan sehingga mereka memiliki pengaruh langsung terhadap keadaan politik yang terjadi.

Demokrasi perwakilan

Dalam demokrasi perwakilan, seluruh rakyat memilih perwakilan melalui pemilihan umum untuk menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan bagi mereka.

Disarikan dari

Pada tanggal 7 Mei 2014, disarikan dari 
Kapitalismeid.wikipedia.org
Pada tanggal 7 Mei 2014, disarikan dari Drs. Sri Agus, M.Pd. 18 April 2009, SOSIALISME SEBAGAI IDEOLOGI POLITIK serbasejarah.wordpress.com
Pada tanggal 7 Mei 2014, disarikan dari Pengertian sosialisme, matakristal.com
Pada tanggal 7 Mei 2014, disarikan dari Ivan purnawan, Macam - macam sistem ekonomi di Indonesiaberistatus.blogspot.com
Pada tanggal 7 Mei 2014, disarikan dari Politik, id.wikipedia.org
Pada tanggal 7 Mei 2014, disarikan dari Ted Sprague, 25 Juni 2011, 
Mengenal Dasar-dasar Filsafat Marxisme: Bagian I. Materialisme Dialektis, www.militanindonesia.org
Pada tanggal 7 Mei 2014, disarikan dari Demokrasi, id.wikipedia.org 

Selasa, 29 April 2014

Socialization

Secara umum, pengertian sosialisasi adalah proses yang berlangsung sepanjang hidup manusia. Dalam sosialisasi terjadi saling pengaruh antara individu beserta segala potensi kemanusiaannya, dengan masyarakat beserta kebudayaannya. Melalui proses sosialisasi, individu menyerap pengetahuan, kepercayaan, nilai-nilai, norma, sikap, dan keterampilan-keterampilan dari kebudayaan masyarakatnya. Hasil sosialisasi adalah berkembangnya kepribadian seseorang menjadi satu pribadi yang unik, sedangkan kebudayaan masyarakat juga terpelihara dan berkembang melalui proses sosialisasi.


Berikut ini beberapa Pengertian Sosialisasi yang dikemukakan oleh para ahli:

Macionis (1997): Sosialisasi adalah pengalaman sosial sepanjang hidup yang memungkinkan seseorang mengembangkan potensi kemanusiannya dan mempelajari pola-pola kebudayaan.
Horton dan Hunt (1987): Sosialisasi adalah proses di mana seseorang menginternalisasikan norma-norma kelompok tempat ia hidup, sehingga berkembang menjadi satu pribadi yang unik.
Giddens (1994): Sosialisasi adalah proses yang terjadi ketika seorang bayi yang lemah berkembang secara aktif melalui tahap demi tahap sampai akhirnya menjadi pribadi yang sadar akan dirinya sendiri, pribadi yang berpengetahuan, dan terampil akan cara hidup dalam kebudayaan tempat ia tinggal.
Ritcher Jr (1987): Sosialisasi adalah proses seseorang memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukannya agar dapat berfungsi sebagai orang dewasa dan sekaligus sebagai pemeran aktif dalam satu kedudukan atau peranan tertentu di masyarakatnya.
Stewart (1985): Sosialisasi adalah proses orang memperoleh kepercayaan, sikap, nilai, dan kebiasaan dalam kebudayaannya. Melalui proses sosialisasi akan tumbuh satu pribadi yang khas, karena sifat-sifat kelompok tidak pernah diserap secara sama oleh masing-masing anggota kelompok.
Broom dan Selznic (1961): Sosialisasi adalah proses membangun atau menanamkan nilai-nilai kelompok pada diri seseorang.

Tujuan Sosialisasi
Setiap proses sosial pasti memiliki tujuan. Demikian juga sosialisasi. Berikut ini akan diuraikan beberapa tujuan sosialisasi.

a. Memberi keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan seseorang untuk melangsungkan kehidupannya kelak di tengah-tengah masyarakat di mana dia akan menjadi salah satu anggotanya.

b. Mengembangkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif dan efisien, serta mengembangkan kemampuannya untuk membaca, menulis, dan bercerita. Dengan melakukan komunikasi, berbagai informasi mengenai masyarakat akan diperoleh untuk kelangsungan hidup seseorang sebagai anggota masyarakat.

c. Mengembangkan kemampuan seseorang mengendalikan fungsi-fungsi organik melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat. Artinya, dengan sosialisasi seseorang akan dapat memahami hal-hal yang baik dan dianjurkan dalam masyarakat untuk dilakukan. Selain itu juga dapat mengetahui dan memahami hal-hal buruk yang sebaiknya dihindari dan tidak dilakukan.

d. Menanamkan kepada seseorang nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada masyarakat.

Beberapa media sosial :
-keluarga
-teman sepermainan
-sekolah
-lingkungan kerja
-media massa
Tahap-Tahap Sosialisasi : Menurut George Herbert Mead, bahwa sosialisasi yang dilakukan seseorang melalui tahapan yang tidak sempurna. Dan berikut tahapannya :

a. Persiapan (prepatory stage)
Tahap persiapan merupakan tahap awal yang dilakukan sejak manusia lahir
b. Tahap meniru (play stage)
Pada tahap ini anak mengenal “significant other” yaitu orang-orang di sekitarnya yang dianggap penting bagi pertumbuhan dan pembentukan diri, misal: ayah, ibu, kakak, pengasuh, kakek, nenek, yang sering berinteraksi dengannya.
c. Tahap siap bertindak (game stage)
Pada tahap ini kemampuan menempatkan dirinya pada posisi orang lain mulai meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara beregu.
d. Tahap penerimaan norma kolektif (generalized other)
Manusia tersebut tidak lagi hanya dapat menempatkan dirinya pada posisi orang lain, tetapi juga dapat bertenggang rasa dengan masyarakat secara luas.

Disarikan dari :
Pada tanggal 29 April 2014, disarikan dari achmad alfin, 26 September 2010, sosialisasi, alfinnitihardjo.ohlog.com
Pada tanggal 29 April 2014, disarikan dari De profesor Gemal Pramana, 21 April 2011, pengertian-proses-sosialisasi-fungsi-tujuan, gemalpramana.blogspot.com
Pada tanggal 29 April 2014, disarikan dari Pengertian Sosialisasi Menurut para Ahli, 11 Desember 2013, www.pengertianahli.com